Icip icip di Mercado de San Miguel

Mercado berarti pasar dalam bahasa spanyol,  merupakan tempat  berkumpulnya counter counter makanan dan minuman seperti food court di Indonesia. Kami ketemu tempat ini tidak sengaja waktu menuju ke Plaza Mayor. Waktu itu memang kita sedang mencari tempat untuk makan siang,  Belum ketemu restoran yang cocok buat makan , malah kita ketemu sama Mercado de San Miguel.

Mercado de San Miguel ini merupakan “pasar”yang paling terkenal di Madrid. Harga makanannya cukup mahal untuk ukuran Spanyol. Walaupun mungkin pada waktu beli tidak terasa terlalu mahal karena banyak makanan yang dijual dengan porsi kecil sehingga sepertinya murah. Makanan dan minuman yang dijual cukup beraneka ragam dengan tampilan yang menarik. Buat kami yang penggemar seafood pas banget masuk kesini karena mayoritas makanannya berbahan dasar seafood disini.

Serba Paella

Pertama kali masuk kami ketemu dengan counter Paella alias nasi Kuning ala spanyol. Karena sudah kelaparan langsung beli  2 porsi. Ada 4 pilihan Nasi , Nasi dengan seafood, Nasi dengan sayuran , Nasi dengan sosis dan Nasi Hitam  atau Paella Nigro dengan tinta cumi. Kami makan Paella seafood dan Paella nigro ( nasi + tinta cumi yang warna hitam ) disini Harga per porsi 7 euro untuk piring besar dan 4 euro untuk piring kecil. 1 Porsi besarnya cukup buat dimakan saya dan anak kicik.

Counternya Paella, ada seafood , vegetarian , sosis dan Tinta cumi

Never ending Churros

Di Sebelah counter Paella ada counter desert yang menjual Churros favoritnya anak anak. Harganya 2 euro tanpa hot chocolate dan 4 euro dengan hot chocolate. Lumayan murah dibandingkan di pasar malam di jerman yang harga per porsinya 4 euro tanpa hot chocolate. Gak cuma anak kicik yang doyan makan Churros , Ayahnya juga doyan sampai akhirnya beli 3 porsi… weleh …

Counternya Churroz , 2 euro an , selain churroz juga jual crepes dan kue kue manis lain

Surimi, si ikan kecil kecil

Habis dari counter Churros kami putar putar ke counter lain dan ternyata banyak yang lebih menarik. Salah satunya adalah counter surimi. Saya pengen nyoba tapi kok geli geli gimana gitu ngeliat bentuknya hehe. Akhirnya gak jadi beli tapi foto aja.

Ocotopus yang mahal   

Masih seputar seafood, disini juga ada counter masakan ala seafood, tapi harganya cukup mahal. Satu porsi ikan goreng kecil kecil harganya 14 euro, sementara gurita yang biasanya di resto di luaran cuma 6 euroan dihargai 15 euro disini. Awalnya kami  kira  mahal karena seafoodnya segar ternyata pas mau masak diambil dari freezer juga haiyah, atau mungkin mahal karena harus memelihara si ikan raksasa yang jadi pajangan di counternya ??

Ikan raksasa, sepertinya agak diawetkan supaya bisa terus terusan jadi pajangan

 

Seafood Finger Food

Counter yang satu ini juga menjual seafood tapi yang sudah jadi , mulai dari udang , tiram , kepiting sampai landak laut alias sea urchin juga ada. Kami mencoba tiram dan sea urchin sementara si Kakak seperti biasa minta udang goreng tepung. Tiram dan sea urchinnya ternyata sudah diolah menjadi berbentuk seperti pasta , jadi rasa aslinya tidak terlalu dapat menurut saya.  tapi lumayan lah buat pengalaman. Makanan disini di jual satuan , harganya bervariasi mulai 1 euro sampai 5.5 euro per porsinya.

Jus Segar buat penetralisir

Selain counter counter makanan berkalori tinggi , kami juga menemukan counter jus buah segar di pojokan pasar. Jusnya sudah jadi sih , bukan yang langsung dibuat pada saat ada yang beli. Tapi lumayan lah buat penetralisir kalori dan lemak yang sudah masuk ke badan. Dan yang paling penting ada jus strawberry kesukaannya si Kakak dan jus jeruk kesukaannya saya.

Minuman Penutup yang tidak boleh ketinggalan

Setelah puas puter puter pasar , si Ayah minta mampir ke  counter terakhir  yang  letaknya dekat dengan pintu keluar , persis di belakang counter Churros. Apalagi kalau bukan warung kopi. Kopinya disini cukup menarik karena banyak campuran ini itu termasuk coklat dan yang penting tidak mengandung alkohol. Ini  counter terakhir yang kami kunjungi sebelum pulang. (Akhirnya memutuskan pulang karena sudah terlalu banyak icip icip sana sini dan kekenyangan!!)