About

Saya Dewi,

Wanita yang setiap melihat sepatu atau tas mahal langsung mengconversi ke harga tiket pesawat atau paket liburan, istri dari mantan pacar jaman kuliah , dan bunda dari dua bocah laki-laki super aktif. Tahun 2015 saya pamit dari kantor di Indonesia, ninggalin meja kerja kesayangan, packing koper, lalu pindah ke belahan dunia lain demi ikut Suami — alias ayahnya para krucils.

Blog ini saya tulis untuk berbagi cerita soal hobi saya: jalan-jalan bareng suami dan anak-anak. Plus segala printilan hidup yang kadang cuma bisa dipahami oleh sesama mama-mama rempong atau family traveler.


Waktu anak-anak masih kecil, saya punya prinsip simpel:

Satu koper cukup untuk sekeluarga.
Karena saya percaya hidup (dan traveling) akan jauh lebih ringan kalau bawaan nggak numpuk. Lagipula, naik turun tangga stasiun bawah tanah sambil ngejar anak, sambil dorong koper gede? No, thanks.

Isi koper wajib ada:
✅ Travel rice cooker
✅ Beras
✅ Abon
(Buat jaga-jaga urusan makan halal. Perut kenyang = hati senang.)

Nginep? Lebih suka cari apartemen yang ada mesin cucinya. Baju jadi bisa lebih minimalis, cucian tinggal putar. Kecuali musim dingin, karena ya… tau sendiri, jaket tebel dan satu saja sudah makan tempat banyak.

Sekarang di tahun 2025, anak anak sudah remaja dan pakai satu koper is not an option anymore. Begitu juga soal penginapan — sudah nggak mungkin cukup satu kamar. Jadi, prinsip satu koper sudah mulai ditinggalkan demi kenyamanan bersama.

Tapi tetap, gaya hidup minimalis itu kunci. Bawa seperlunya, nggak perlu berlebihan. Dan soal penginapan, prioritas saya nggak berubah: kalau ada mesin cuci, itu nilai plus utama. Lebih hemat koper, lebih praktis, dan lebih tenang.


Buat saya, jalan-jalan bukan cuma soal checklist negara. 
Tapi soal memuaskan rasa penasaran, merasakan suasana baru, dan making memories with the kids while we still can dan sebelum anak anak dewasa dan punya kehidupan masing masing.

Walaupun tanpa disadari saat merencanakan jalan jalan yang dilihat duluan apakah ada negara yang belum dikunjungi tapi harga tiket pesawatnya paling murah 😂

My biggest dream adalah sebelum saya tutup usia semoga saya bisa mengunjungi sebagian besar negara di dunia, terutama negara negara kecil dan eksotis yang mungkin jauh dari liputan sosial media. My bucket list masih gak jauh jauh dari kambodia, vietnam, mongolia, -stan country, namibia and peru.

Doain ya, semoga pelan-pelan semua tercapai. Karena saya percaya, rezeki jalan-jalan itu suka datang dari arah yang nggak disangka-sangka.

Semoga blog ini bisa jadi tempat buat berbagi cerita seru, tips traveling bawa anak, dan mungkin, sesekali, curhat emak-emak perantauan yang hidupnya nggak pernah benar-benar diam.

Sampai ketemu di cerita-cerita selanjutnya! 💛