Ninglinspo Hiking Trail – Where Water Meets Forest
Hiking trail: Ninglinspo, Belgium
Starting Point/End Point : Ninglinspo Parking
Parking: Ninglinspo Parking (free)
Route type: Loop
Distance : 6 km
Level: Medium
Setelah agak zonk hiking di La Roche-en-Ardenne karena ternyata tidak seindah yang dibayangkan, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba hiking di Ninglinspo.
Walaupun si Ayah sempat agak skeptis—takutnya pengalaman kali ini akan sama saja seperti di Ardenne—kami tetap memutuskan untuk mencobanya. Toh, banyak review yang positif, dan dari foto-foto yang beredar di internet, sepertinya tempat ini memang menjanjikan view yang spektakuler.
Ninglinspo terletak sekitar 150 km dari Bonn, dan bisa ditempuh sekitar 2 jam perjalanan mobil jika lalu lintas lancar. Sangat memungkinkan untuk day trip pulang-pergi dalam satu hari. Kota terdekatnya adalah Aywaille atau Spa.
Dari pusat kota Aywaille, perjalanan menuju area parkir Ninglinspo hanya sekitar 12–15 menit dengan mobil. Area parkirnya gratis, tetapi cepat penuh—terutama saat akhir pekan atau musim liburan. Jadi sangat disarankan datang lebih pagi.
Kami sendiri tiba sekitar jam 9 pagi dan masih cukup sepi. Namun saat selesai hiking sekitar jam 11 lewat, parkiran sudah penuh dan bahkan terlihat dua bus wisata mulai berdatangan.
Selain parkiran gratis, sekitar 50 meter dari lokasi utama juga tersedia parkiran berbayar. Saya tidak sempat mengecek tarif per jamnya, tapi ini bisa jadi opsi alternatif kalau parkiran utama sudah penuh.
Dari area parkir, jalur hiking sudah langsung tersedia dengan dua pilihan rute:
- Biru: 6 km (medium) — estimasi waktu 2 jam
- Kuning: 2 km (hard) — estimasi waktu 2 jam 45 menit
Setelah pengalaman “nyasar” dan kelebihan kilometer di hari sebelumnya karena detour, kami akhirnya memilih rute biru yang medium. Lebih aman, apalagi kami juga mengejar waktu untuk shalat Jumat.


Rute Hiking di Ninglinspo adalah menyusuri aliran sungai di tengah hutan, melewati bebatuan, akar pohon, dan beberapa jembatan kayu. Jalurnya cukup alami, jadi di beberapa bagian harus lebih hati-hati, terutama kalau kondisi basah karena bisa licin.


Karena itu, sepatu yang dipakai cukup penting. Buat saya sepatu hiking tidak perlu banyak, cukup satu sepatu hiking yang nyaman, punya grip yang baik, dan waterproof. Waterproof itu juga penting karena sering kali medan hiking melewati air dan lumpur. Sehingga kalau tidak waterproof bisa basah sampai ke dalam dan bisa menyebabkan masuk angin.


Di setengah awal rute biru, medannya cukup menantang. Ada beberapa bagian berbatu dan cukup curam, jadi harus sedikit mendaki. Tapi sudah ada tali di beberapa titik untuk membantu pegangan, jadi masih aman selama tetap hati-hati.

Setelah itu, jalurnya jadi lebih mudah. Trek lebih lebar, relatif mendatar, dan cenderung menurun.Tidak lagi di tebing sempit di pinggir sungai, jadi bisa jalan lebih santai sambil melihat pemandangan dari bukit atau kalau mau sambil jogging juga bisa.

Saran saya, kalau masih ada waktu dan tenaga, bisa coba ambil jalur kuning di bagian akhir sebagai tambahan. Kelihatannya masih cukup manageable. Hopefully next time, kami juga bisa kesana lagi!
