Stockholm Open Air Museum

Salah satu hal yang membuat saya tertarik berwisata ke Stockholm adalah mengunjungi Skansen yang merupakan Open Air Museum tertua di dunia.  Rata rata museum yang kami kunjungi terletak di dalam gedung , tapi tidak untuk museum yang satu ini.  Skansen terletak di Green Island of Djurgarden. Kita bisa menggunakan kapal, tram , atau bis dari pusat kota kesini. Kapal penyebrangan termasuk dalam total public transportation di Stockholm. Jadi kalau kita sudah membeli tiket harian, kita bisa menggunakan kapal penyebrangan ini tanpa membayar lagi.
Untuk masuk ke Skansen kita harus membayar 100 krone untuk dewasa dan 60 krone untuk anak umur 6 – 15 tahun, anak anak dibawah 6 tahun gratis.  Di Skansen kita bisa melihat miniatur sejarah Swedia dari abad ke 16 – awal abad ke 20

Rumah Tua ala Swedia

Karena merupakan open air museum ,  Rumah rumah disini benar benar seperti aslinya, bukan hanya miniatur. Rumahnya pun lengkap dengan perabotan dan penghuninya yang berpakaian ala tahun 1800 atau 1900an. Selain Rumah tinggal , juga ada peternakan  ( termasuk lumbung jerami ) , sekolah , kantor pos , market hall sampai toren air minum.  Peternakannya dilengkapi dengan binatang yang biasa diternakkan di jaman dulu sampai sekarang. Ada babi dan bebek serta ayam super gede. Pantesan kalau beli paha ayam segede gaban disini lah ayam hidupnya aja gede banget. Di rumah rumah kunonya , Ibu Ibu yang berdandan ala tahun kuno juga berperan seolah olah sedang beraktivitas sehari hari seperti membuat kue , menjahit , menerima tamu

IMG_20160325_115356

 

Little Zoo dan Skandinavian Animal

Khusus untuk anak anak , Skansen menyediakan outside dan inside playground. Di outside playground permainannya standard seperti normal playground di eropa seperti peroIMG_20160325_123859sotan , terowongan kecil. Sedangkan di inside playground ada patung patung binatang dan kolam ikan. Lumayan Yudis bisa main lari larian sambil foto di dalam telur.

Untuk binatang asli yang ada disini khusus binatang khas Skandinavia saja. Ada bison, serigala, beruang , kucing hutan, anjing laut  dan ada Wolverine. Iya wolverine ternyata memang ada binatang aslinya , ga cuma di film x-man. Bentuknya ternyata tidak segagah yang di film.  Mirip kaya berang berang dan ga terlalu besar juga. Sukanya menggali tanah. Bisonnya super besar , pas pula lagi bikin atraksi mendorong kayu. Saya cuma agak ngeri kalau tiba tiba bisonnya melompat keluar pagar , soalnya pagarnya rendah banget. Tidak seperti pagarnya beruang atau serigala. Kali emang bison ga bisa lompat tinggi kaya banteng.

Small Workshop

Yang paling menarik adalah Glass workshop dan bread workshop. Untuk glass workshop disampingnya ada toko yang menjual souvenir dari kaca. Sedangkan untuk  Bread workshop sekaligus menjual roti roti manis dan asin ala swedia.  Selain berjualan barang jadi , kita juga bisa melihat cara pembuatannya. Selain Glass dan bread workshop juga ada pottery workshop , gold and silver workshop. Hanya saja pada waktu kami berkunjung kesana sedang tidak ada atraksi pembuatannya. Hanya ada barang jadi untuk dijual.

Easter Market alias Pasar Dadakan

Karena kami datang bertepatan dengan liburan paskah, kami bisa mengunjungi pasar dadakan yang menjual barang barang khas Swedia , termasuk makanan khas Swedia. Saya mencoba daging rusa asap yang disajikan dengan mashed potato didalam wrap ala ala kebab. Rasanya super enak,agak agak manis dan gurih. Sementara si Ayah mencoba fillet ikan hering bakar juga dengan mashed potato. Sepertinya jajanan lokal disini menggunakan mashed potato. Cuma makanan Abi saja yang menggunakan kentang goreng secara belinya burger…IMG_3731
Kalau masih bingung memilih makanan kita bisa mencoba tester makanannya sebelum membeli. Sempat agak agak drama gara gara mencoba salah satu roti kaya pizza tapi ternyata ada baconnya , padahal kelihatannya ini roti ga ada topingnya. Pantes aja enak…. Halahhhh…..

Yang paling hits di Skansen menurut saya adalah telepon kuno warna hijau, semacam telepon kuno merah kalau di london. Tapi ini bentuknya ga kotak, agak membesar kebawah. Teleponnya sendiri sih sudah ga ada . tinggal kotaknya doang. Cukup lah buat anaknya berdua foto.  Yang kecil juga gaya banget tau aja mau difoto dan pintunya ketutup, jadi jongkok deh dia. Yang gede sih pas lagi mood di foto jadi bisa bergaya ala ala kaget.

Pulang dari Skansen, kita bisa naik tram kuno dari  halte depan skansen sampai ke central station. Tram kunonya datangnya bergantian dengan tram normal. Pas kami keluar pas lagi ada tram kuno ngetem, langsung buru buru naik. Sayang kami ga sempat foto di depan tramnya karena sudah keburu mau berangkat !!