Floating in the Dead Sea

Kalau saya ingat ingat pelajaran di Jaman SD dulu , Dead sea itu warnanya hitam karena banyak Plankton di dalamnya dan karena kandungan garamnya yang sangat tinggi , Red Sea itu warnanya merah. Dan itu ada di top of mind saya sampai saya melihat sendiri bahwa si Dead Sea ini ternyata warnanya ya biru aja sama seperti laut lainnya. Sumpah saya jadi penasaran mau mencari buku jaman SD yang dulu bilang kalau Dead Sea warnanya hitam.

Dead sea ini konon katanya mengandung lumpur yang bisa membuat awet muda. Di sekitaran jalan menuju Dead sea , juga di  toko setempat banyak dijual masker lumpur yang katanya bisa membuat awet muda dan menghaluskan kulit. Saya sih beli penasaran. Tadinya cuma mau beli satu , tapi karena tergoda sama tawaran mbanya yang bilang buy one get one free akhirnya malah jadi beli empat halaaaahhh….

Di sepanjang pantai Dead Sea banyak terdapat hotel hotel dan resort. Rata rata bintang 5. Mereka punya pantai sendiri yang dipagari satu sama lain. Orang umum bisa juga masuk ke pantainya dengan membayar tiket masuk, tapi rata rata pengunjung  yang bukan tamu hotel masuk ke pantai umum yang namanya Amman Beach. Tiket masuknya lumayan mahal sekitar 20 dinnar untuk dewasa dan 5 dinnar untuk anak anak. Selain pantai,  disini juga ada kolam renang air tawar. Perlu diketahui bahwa berenang di Pantai Dead Sea sangatlah tidak nyaman. Karena kandungan garamnya yang sangat tinggi airnya sangat lengket dan di kulit juga sangat “menggigit” kalau orang jawa bilang “clekit clekit”. Di sekitaran pantainya ada tulisan jangan sampai kena mata dan telinga karena sangat pedih. Kandungan garam disini bisa mencapai 25 – 35 % , bandingkan dengan laut biasa yang kandungan garamnya sekitar 3 % an. Berenang disini bisa dipastikan tidak akan tenggelam. Konon katanya belum ada yang bisa menyelam di dead sea ini, langsung ngapung lagi.

IMG_4046
Bocah sudah ga sabaran mau ngapung di laut

Abi , Yudis dan Ayahnya mencoba berenang. Memang sudah rencana juga dan bawa baju renang.  Yang paling doyan sih Ayahnya soalnya jadi bisa merasakan gimana ngapung di air ( maklum doi ga bisa  berenang 😀 ). Komennya setelah mentas adalah ” jadi gini rasanya berenang di air ya “.Abi beberapa kali coba untuk berenang agak dalam tapi ngapung lagi ngapung lagi .  Yudis juga jadi bisa merasakan ngapung sendiri di air , sayangnya karena terlalu excited dan Ayahnya seperti biasa kurang kontrol akhirnya yudis kebalik  dan masuklah air ke Matanya dan sukses nangis sampai kejeerrr 🙁 . aduhhh Ayah.., gimana ya anaknya bukannya dijagain malahan di lepas sendiri huhuhuhu….  Akhirnya berenangnya dilanjutkan di kolam renang air tawar deh.

IMG_4050
foto dari kejauhan , 3 bocah lagi ngapung ngapung di laut

Berenang di Dead Sea  memang juga disarankan tidak terlalu lama , sekitar 15 menitan saja. Setelah itu bisa membilas badan dan kalau mau melanjutkan berenang di kolam renang air tawar. Waktu sedang menunggu di pinggir kolam , saya mendengar banyak obrolan dalam bahasa Indonesia , ternyata banyak juga turis Indonesia yang berkunjung kesini. Dugaan kami mereka sekalian habis umroh berkunjung ke sini. Soalnya kami ingat dulu waktu orang tua kami mau umroh juga ada paket umroh + yang termasuk wisata ke jordan, turki dan beberapa negara sekitarnya. psstt tour guidenya orang setempat tapi bisa bahasa indonesia loh, hebat ya 🙂

Seperti yang sudah diduga berenang di kolam air tawarnya jauh lebih lama dibandingkan berenang di Lautnya sendiri. Walaupun panas kelang kelang di siang hari dimana suhunya mencapai 45 – 48 derajat , 2 anak ini tetap saja semangat 45 main air dan tidak mau disuruh mentas.Tinggal ayahnya yang manyun kepanasan. Yang berenang disini juga cukup banyak loh walaupun panasnya minta ampun, orang lokal kebanyakan, kemungkinan sudah biasa , jadi sudah tidak terasa terlalu panas.  Suhu di Dead sea   dibandingkan dengan daerah lain di Jordan  cenderung lebih panas karena letaknya yang sangat rendah di permukaan bumi sekitar 429 m dibawah permukaan laut ( source : wikipedia).  Untung kami sudah siap siap bawa suncream lumayan jadi ga gosong gosong banget kulitnya. Kalau saya sih karena duduk manis dibawah payung gede jadi ga terlalu kena panasnya. Sepertinya penting juga buat beli baju renang yang tertutup jadi bisa senasip sependeritaan sama yang kepanasan :D.